banner here

Jenis Pemeriksaan Pada Wajib Pajak dan Keunggulan Aplikasi Pajak

- 03.25
advertise here
Pasti semua orang sudah tahu bahwa salah satu kewajiban bagi warga negara adalah membayar pajak. Tentunya tidak semua orang diwajibkan untuk membayar pajak, melainkan Wajib Pajak yang sudah memenuhi kriteria tertentu saja. Pajak sendiri merupakan pungutan wajib yang dibayarkan oleh rakyat kepada negara dan nantinya akan bisa dipergunakan oleh negara untuk kepentingan bagi pemerintah serta masyarakat secara umum. Jika Wajib Pajak tidak membayar pajak, maka negara berhak memberikan denda atau sanksi tertentu.

Jika dulu membayar pajak bisa dibilang sangat ribet dan menyusahkan, maka berbeda dengan era teknologi seperti saat ini. Alasannya adalah karena teknologi menjadikan kemudahan tersendiri bagi Wajib Pajak misalnya saja dengan pembayaran pajak secara online hingga kehadiran aplikasi perhitungan pajak. Cara menghitung pajak pph pasal 21 sesuai ptkp 2016 sejujurnya tidaklah mudah sehingga kehadiran aplikasi ini tentu sangat memudahkan semua Wajib Pajak sehingga tak memerlukan jasa dari konsultan jika hanya sekedar menghitung pajak.

Beberapa jenis pajak langsung yang bisa dihitung memakai aplikasi ini diantaranya Pajak penghasilan dimana pajak ini dibebankan pada individu ataupun badan tertentu dan berkaitan dengan penghasilan yang didapatkan masing-masing dari subyek pajak. Ada juga Pajak Bumi dan Bangunan yang bisa dibebankan pada pihak individu ataupun badan dan secara nyata memanfaatkan bangunan tersebut. Pajak penerangan jalan dan juga Pajak kendaraan bermotor dimana subyek dari pajak kendaraan bermotor yakni setiap individu maupun badan yang punya kendaraan bermotor.

Mengingat semua perhitungannya dilakukan sendiri, maka dibutuhkan juga pemeriksaan pajak. Pemeriksaan pajak merupakan serangkaian kegiatan dalam penghimpunan dan pengolahan data, keterangan serta bukti yang dilakukan obyektif dan profesional berdasar pemeriksaan standar. Pemeriksaan ini banyak dilakukan demi mengetahui pelaporan pajak sudah benar atau tidak. Berikut ini beberapa jenis pemeriksaan pajak:

1. Pemeriksaan lapangan

Yang pertama yakni pemeriksaan lapangan dimana dilakukan di rumah, tempat bisnis ataupun tempat bekerja dari wajib pajak. Dalam pemeriksaan ini, wajib pajak haruslah menunjukkan buku dan dokumen yang jadi dasar dari pembukuan serta dokumen lain yang berhubungan dengan pendapatan, aktivitas di bisnis, pekerjaan lain hingga obyek terutang. Selain itu wajib pajak juga harus memberi kesempatan petugasnya untuk bisa mengakses data elektronik. Petugas juga akan memeriksa dan masuk ke ruangan tertentu yang diduga sebagai tempat simpan data dan dokumen yang diperlukan dalam penyelidikan. Wajib pajak haruslah bersikap kooperatif dalam hal ini dengan menyediakan peralatan, tenaga hingga ruangan khusus jika memang diperlukan.

2. Pemeriksaan kantor

Berbeda dengan pemeriksaan lapangan, pemeriksaan kantor ini dilakukannya di Kantor Dirjen Pajak ataupun di Kantor Pelayanan Pajak. Wajib pajak harus memenuhi panggilan dari petugas pajak dan mampu memperlihatkan buku dan dokumen yang ada hubungannya dengan pendapatan, aktivitas di bisnis, pekerjaan lain hingga obyek terutang. Selain itu wajib pajak juga harus kooperatif dengan memberi bantuan sehingga pemeriksaan lancar dan mampu memberi tanggapan jika diperlukan.

Pemeriksaan ini kadang perlu dilakukan sehingga wajib pajak tidak bisa main-main dan menyembunyikan perhitungannya. Hal ini karena terkadang ada beberapa wajib pajak nakal yang mencoba mengakali perhitungan pajak sehingga tidak sesuai dengan kekayaannya. Kini untuk perhitungan pun sudah ada aplikasi perhitungan pajak sehingga bisa dimanfaatkan. Dengan adanya aplikasi ini, selain mudah maka perhitungan pajak pun akan lebih akurat. Anda pun bisa mencobanya sehingga tak perlu ribet lagi hitung pajak pribadi atau badan.
Advertisement advertise here

 

Start typing and press Enter to search